Senin, 07 April 2014

Laporan 5


Fakultas Teknik UNP Padang
Nama : Taufiq Muhammad Nur
Jurusan: Teknik Elektronika
NIM   : 1201912
Prodi    : Pendidikan Teknik elektronika
Grup  : 2E2


A.    Tujuan
Setelah mengikuti praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menginstalasi perangkat audio HiFi.
2. Mengetahui fungsi peralatan audio HiFi.
3. Mengetahui troubleshooting dasar peralatan audio HiFi.

B.     Alat dan Bahan
1.  Amplifier
2.  Mixer audio
3.  Audio player (peralatan input)
4.  Loudspeaker
5.  Kabel-kabel

C.    Teori Singkat
            Sistem tata suara merupakan sekumpulan peralatan dalam pengaturan suaraatau bunyi untuk menghasilkan kualitas bunyian yang baik pada suatu acara pertunjukan, pertemuan, rekaman dan lain-lain. Atata suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar bisa terdengar keras tanpa mengabaikan kualitas suara-suara yang dikuatkan. Pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon-mikropon, kabel-kabel, prosesor dan efek suara, serta pengaturan konsul mixer, juga audio power amplifier dan speaker-speakernya secara keseluruhan.
Pada instalasi tata suara paling sederhana dilihat pada gambar 1, dimana bagian input berfungsi menerima signal masukan dari mikrofon, pemutar musik dan peralatan penghasil bunyi lainnya.




            Microphone berfungsi merubah getaran suara menjadi signal listrik dan mengirimnya kabelmenuju mixer audio. Mixer menerima signal suara dan musik melalui setiap kanalnya kemudian dilakukan proses mixing dan balancing. Proses ini dilakukan untuk mencampur dan menyeimbangkan suara yang diterima yang kemudian dikirimkan lagi melalui kabel ke rangkaian power amplifier.
            Dalam sistem sederhana, power amplifier kadang terdapat dalam suatu kemasan dengan mixer yang disebut power mixer, atau juga power amplifier yang tercakup dalam kotak speaker yang lebih kita kenal dengan speaker aktif. Namun betapapun besar dan rumitnya sebuah sistem, tetap akan berada pada prinsip diatas tadi seperti yang terlihat pada gambar 1.
            Dalam sistem yang lebih besar akan terdapat beberapa peralatan tambahan yang tertentu saja akan terdapat banyak pengaturan. Pada gambar 2, terlihat sistem yang lebih kompleks. Ini adalah yang biasa diterapkan bagi kafe, pub, bar, atau club yang menampilkan musik live dan ber-area tidak terlalu luas.





D.    Langkah Kerja
1. Pasang dan rakitlah peralatan audio seperti pada gambar 2 dan sesuaikan dengan
    peralatan yang tersedia.
2. Masukkan input mixer dengan peralatan penghasil bunyi seperti microphone, ipod,
    mp3 plyer, komputer, CD, dan lainnya.
3. Atur pengaturan Bass dan Trable pada posisi tengah dan atur besaran volume
    seperlunya (sesuaikan dengan kuat bunyi).
4. Lepaskan loudspeaker lalu pasang AFG pada bagian input mixer serta hubungkan
    ke channel 1 oscilloskop dan output dari power amplifier pada channel 2
    oscilloskop.
5. Atur input AFG pada posisi 1 kHz dengan amplitudo sebesar 50 Vp-p, dan tentukan
    juga beda fase  ϕ =....̊  (gambarkan bentuk signal).
6. Atur pengaturan penguatan input dengan membesar dan mengecilkan Gain, volume
    per-channel, volume master, dan volume dari power amplifier hingga menghasilkan
    signal output yang dapat terbaca dan tidak cacat.....Vp-p, berapa besar penguatan
    dari rangkaian keseluruhan yang anda gunakan ...dB (hitung dalam satuan dB).
7. Atur pengaturan berbagai kondisi dari peralatan mixer, dan dengarkan serta amati
    setiap perubahan bunyi dari setiap perubahan pengaturan dari mixer.

E.     Analisa
#Praktek

Amplitudo

CH1(input)

Vi : 50 mV per kotak
Vi = 1 kotak
jadi, Vi = 1 x 50 mVp-p
             = 50 mVp-p
CH2(output)

Vo : 2 V per kotak
Vo = 6.1 kotak
jadi, Vo = 6.1 x 2 Vp-p
              = 12.6 Vp-p

Gain (penguatan):
Av = Vo/Vi
Av =12.6 V/ 50 mVp-p
Av =12600 mV/100 mV
Av =126

Av
(dB) = 20 log Vo/Vi
Av
(dB) = 20 log 126
Av
(dB) = 20 (2.1)
Av
(dB) = 42.01 dB

F.     Kesimpulan
            Berdasarkan hasil praktikum dan analisa yang telah dilakukan mengenai instalasi audio HiFi, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa:
1. HIFI merupakan istilah bagi perangkat audio yang bisa merespon suara dengan
    derajat kesamaan yang mendekati (mirip) dengan suara aslinya.
2. HIFI sering bisa dijumpai di perangkat amplifier stereo dua kanal. Asalkan suara
    yang dihasilkan bersih, natural, bass nendang, trebel empuk, dan enak didengar
    sudah masuk kategori HIFI.
3. Memiliki Toleransi untuk tanggapan frekuensi (40 Hz - 12500 Hz)
    - Redaman cakap silang : > 60 dB ( mono jalur ganda )  ( 500 - 6300 Hz ) > 25 dB
      
(stereo ).
    - Faktor cacat, pada f = 333 Hz pengendalian penuh : £ 3%
    - Perbandingan sinyal ke desis : ³ 45 dB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar