Fakultas Teknik UNP
Padang
|
Nama : Taufiq
Muhammad Nur
|
Jurusan: Teknik
Elektronika
|
NIM : 1201912
|
Prodi :
Pendidikan Teknik elektronika
|
Grup : 2E2
|
A. Tujuan
Setelah mengikuti praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menginstalasi perangkat audio HiFi.
2. Mengetahui fungsi peralatan audio HiFi.
3. Mengetahui troubleshooting dasar peralatan audio HiFi.
Setelah mengikuti praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menginstalasi perangkat audio HiFi.
2. Mengetahui fungsi peralatan audio HiFi.
3. Mengetahui troubleshooting dasar peralatan audio HiFi.
B. Alat dan Bahan
1. Amplifier
2. Mixer audio
3. Audio player (peralatan input)
4. Loudspeaker
1. Amplifier
2. Mixer audio
3. Audio player (peralatan input)
4. Loudspeaker
5. Kabel-kabel
C. Teori Singkat
Sistem tata suara merupakan sekumpulan peralatan dalam pengaturan suaraatau bunyi untuk menghasilkan kualitas bunyian yang baik pada suatu acara pertunjukan, pertemuan, rekaman dan lain-lain. Atata suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar bisa terdengar keras tanpa mengabaikan kualitas suara-suara yang dikuatkan. Pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon-mikropon, kabel-kabel, prosesor dan efek suara, serta pengaturan konsul mixer, juga audio power amplifier dan speaker-speakernya secara keseluruhan.
Sistem tata suara merupakan sekumpulan peralatan dalam pengaturan suaraatau bunyi untuk menghasilkan kualitas bunyian yang baik pada suatu acara pertunjukan, pertemuan, rekaman dan lain-lain. Atata suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar bisa terdengar keras tanpa mengabaikan kualitas suara-suara yang dikuatkan. Pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon-mikropon, kabel-kabel, prosesor dan efek suara, serta pengaturan konsul mixer, juga audio power amplifier dan speaker-speakernya secara keseluruhan.
Pada
instalasi tata suara paling sederhana dilihat pada gambar 1, dimana bagian
input berfungsi menerima signal masukan dari mikrofon, pemutar musik dan
peralatan penghasil bunyi lainnya.

Microphone berfungsi merubah getaran
suara menjadi signal listrik dan mengirimnya kabelmenuju mixer audio. Mixer
menerima signal suara dan musik melalui setiap kanalnya kemudian dilakukan
proses mixing dan balancing. Proses ini dilakukan untuk mencampur dan
menyeimbangkan suara yang diterima yang kemudian dikirimkan lagi melalui kabel
ke rangkaian power amplifier.
Dalam sistem sederhana, power
amplifier kadang terdapat dalam suatu kemasan dengan mixer yang disebut power
mixer, atau juga power amplifier yang tercakup dalam kotak speaker yang lebih
kita kenal dengan speaker aktif. Namun betapapun besar dan rumitnya sebuah
sistem, tetap akan berada pada prinsip diatas tadi seperti yang terlihat pada
gambar 1.
Dalam sistem yang lebih besar akan
terdapat beberapa peralatan tambahan yang tertentu saja akan terdapat banyak
pengaturan. Pada gambar 2, terlihat sistem yang lebih kompleks. Ini adalah yang
biasa diterapkan bagi kafe, pub, bar, atau club yang menampilkan musik live dan
ber-area tidak terlalu luas.

D. Langkah Kerja
1. Pasang dan rakitlah peralatan audio seperti pada gambar 2 dan sesuaikan dengan
peralatan yang tersedia.
2. Masukkan input mixer dengan peralatan penghasil bunyi seperti microphone, ipod,
mp3 plyer, komputer, CD, dan lainnya.
3. Atur pengaturan Bass dan Trable pada posisi tengah dan atur besaran volume
seperlunya (sesuaikan dengan kuat bunyi).
4. Lepaskan loudspeaker lalu pasang AFG pada bagian input mixer serta hubungkan
ke channel 1 oscilloskop dan output dari power amplifier pada channel 2
oscilloskop.
5. Atur input AFG pada posisi 1 kHz dengan amplitudo sebesar 50 Vp-p, dan tentukan
juga beda fase ϕ =....̊ (gambarkan bentuk signal).
6. Atur pengaturan penguatan input dengan membesar dan mengecilkan Gain, volume
per-channel, volume master, dan volume dari power amplifier hingga menghasilkan
signal output yang dapat terbaca dan tidak cacat.....Vp-p, berapa besar penguatan
dari rangkaian keseluruhan yang anda gunakan ...dB (hitung dalam satuan dB).
7. Atur pengaturan berbagai kondisi dari peralatan mixer, dan dengarkan serta amati
setiap perubahan bunyi dari setiap perubahan pengaturan dari mixer.
1. Pasang dan rakitlah peralatan audio seperti pada gambar 2 dan sesuaikan dengan
peralatan yang tersedia.
2. Masukkan input mixer dengan peralatan penghasil bunyi seperti microphone, ipod,
mp3 plyer, komputer, CD, dan lainnya.
3. Atur pengaturan Bass dan Trable pada posisi tengah dan atur besaran volume
seperlunya (sesuaikan dengan kuat bunyi).
4. Lepaskan loudspeaker lalu pasang AFG pada bagian input mixer serta hubungkan
ke channel 1 oscilloskop dan output dari power amplifier pada channel 2
oscilloskop.
5. Atur input AFG pada posisi 1 kHz dengan amplitudo sebesar 50 Vp-p, dan tentukan
juga beda fase ϕ =....̊ (gambarkan bentuk signal).
6. Atur pengaturan penguatan input dengan membesar dan mengecilkan Gain, volume
per-channel, volume master, dan volume dari power amplifier hingga menghasilkan
signal output yang dapat terbaca dan tidak cacat.....Vp-p, berapa besar penguatan
dari rangkaian keseluruhan yang anda gunakan ...dB (hitung dalam satuan dB).
7. Atur pengaturan berbagai kondisi dari peralatan mixer, dan dengarkan serta amati
setiap perubahan bunyi dari setiap perubahan pengaturan dari mixer.
E. Analisa
#Praktek
Amplitudo
CH1(input)
Vi : 50 mV per kotak
Vi = 1 kotak
jadi, Vi = 1 x 50 mVp-p
= 50 mVp-p
CH2(output)
Vo : 2 V per kotak
Vo = 6.1 kotak
jadi, Vo = 6.1 x 2 Vp-p
= 12.6 Vp-p
Gain (penguatan):
Av = Vo/Vi
Av =12.6 V/ 50 mVp-p
Av =12600 mV/100 mV
Av =126
Av(dB) = 20 log Vo/Vi
Av(dB) = 20 log 126
Av(dB) = 20 (2.1)
Av(dB) = 42.01 dB
Av = Vo/Vi
Av =12.6 V/ 50 mVp-p
Av =12600 mV/100 mV
Av =126
Av(dB) = 20 log Vo/Vi
Av(dB) = 20 log 126
Av(dB) = 20 (2.1)
Av(dB) = 42.01 dB
F.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum dan analisa yang telah dilakukan mengenai instalasi audio HiFi, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa:
1. HIFI merupakan istilah bagi perangkat audio yang bisa merespon suara dengan
derajat kesamaan yang mendekati (mirip) dengan suara aslinya.
Berdasarkan hasil praktikum dan analisa yang telah dilakukan mengenai instalasi audio HiFi, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa:
1. HIFI merupakan istilah bagi perangkat audio yang bisa merespon suara dengan
derajat kesamaan yang mendekati (mirip) dengan suara aslinya.
2.
HIFI sering bisa dijumpai di perangkat amplifier stereo dua kanal. Asalkan
suara
yang dihasilkan bersih, natural, bass nendang, trebel empuk, dan enak didengar
sudah masuk kategori HIFI.
yang dihasilkan bersih, natural, bass nendang, trebel empuk, dan enak didengar
sudah masuk kategori HIFI.
3.
Memiliki Toleransi untuk tanggapan frekuensi (40 Hz - 12500 Hz)
- Redaman cakap silang : >
60 dB ( mono jalur ganda ) ( 500 - 6300
Hz ) > 25 dB
(stereo ).
(stereo ).
- Faktor cacat, pada f = 333
Hz pengendalian penuh : £ 3%
- Perbandingan sinyal ke desis
: ³ 45 dB.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar