Fakultas
Teknik UNP Padang
|
Nama :
Taufiq Muhammad Nur
|
Jurusan :
Teknik Elektronika
|
NIM : 1201912
|
Prodi : Pendidikan Teknik elektronika
|
Grup : 2E2
|
A. Tujuan
Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. memahami konsep signalaudio flow pada peralatan audio.
2. Mengetahui dan mempelajari penguatan pada sinyal lemah yang dilakukan oleh
rangkaian dengan transistor dan operasional amplifier.
3. Mengetahui karakteristik penguatan yang dilakukan transistor dan IC 741.
4. Mengetahui dan mempelajari cara resistansi input, resistansi output, dan faktor
penguatan dari konfigurasi rangkaian penguat pada percobaan ini.
Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. memahami konsep signalaudio flow pada peralatan audio.
2. Mengetahui dan mempelajari penguatan pada sinyal lemah yang dilakukan oleh
rangkaian dengan transistor dan operasional amplifier.
3. Mengetahui karakteristik penguatan yang dilakukan transistor dan IC 741.
4. Mengetahui dan mempelajari cara resistansi input, resistansi output, dan faktor
penguatan dari konfigurasi rangkaian penguat pada percobaan ini.
B. Alat dan Bahan
1. Power Supply
2. AFG
3. Osciloskop
4. Multimeter
5. Kabel-kabel
6. Breadboard
7. IC LM741
8. Elco 1µF/50V
9. Potensio 100K
10.Resistor 100K
11.Resistor 1K
1. Power Supply
2. AFG
3. Osciloskop
4. Multimeter
5. Kabel-kabel
6. Breadboard
7. IC LM741
8. Elco 1µF/50V
9. Potensio 100K
10.Resistor 100K
11.Resistor 1K
C. Teori
Singkat
Signal audio adalah signal suara yang bekerja pada range frekuensi 20 Hz sampai dengan 20 KHz yang mampu direspon oleh alat pendengaran manusia (telinga). Signal audio analog yang mampu didengar oleh alat pendengaran manusia ini dapat diolah melalui peralatan elektronik yang dikenal dengan audio amplifier.
Peralatan audio merupakan peralatan elektronik analog yang sampai saat ini masih digunakan. Sejak ditemukannya komponen elektronka penguat tabung hampa dan kemudian ditemukannya transistor dengan bahan semikonduktor yang berfungsi sebagai penguat sinyal listrik analog dan mampu melakukan penguatan hingga ribuan kali penguatan, hingga sekarang ditemukan peralatan elektronik terintegrasi (IC) yang dapat melakukan penguatan seperti tabung hampa dengan berbagai kelebihan dan kekurangan.
Peralatan audio amplifier banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti alat pemutar compact disk (CD) dang penguat suara, pengeras suara di Masjid, sistem tata suara panggung/band yang dikenal dengan sound system, bahkan sistem audio broadcasting audio di studio radio dan televisi. Peralatan audio dapat dikategorikan menjadi beberapa bagian antara lain:
a. Peralatan reproduksi audio yang berfungsi untuk menghasilkan sumber signal
suara seperti CD Player, Tape Player, Radio penerima, microphone,synthesizer,
audio simulator dan lain-lain.
b. Peralatan pre-amplifier berfungsi sebagai penguat awal yang akan memperkuatkan
signal audio yang dihasilkan oleh peralatan reproduksi sehingga level signal
menjadi besaran tertentu.
c. Peralatan Filter berfungsi sebagai pengatur nada yang akan bekerja melewatkan
atau memotong frekuensi tertentu dengan konsep Low Band Filter atau High
Band Filter.
d. Peralatan penguat daya berfungsi sebagai penguat signal besar yang akan
menggerakkan pengeras suara (loudspeaker) dan merubah besaran listrik
menjadi besaran akustik yang dapat didengar oleh telinga. Kekuatan signal
akustik yang akan didengar oleh telinga manusia tergantung dari besaran
diameter loudspeaker dan kekuatan daya dari sistem penguat daya.
Signal audio adalah signal suara yang bekerja pada range frekuensi 20 Hz sampai dengan 20 KHz yang mampu direspon oleh alat pendengaran manusia (telinga). Signal audio analog yang mampu didengar oleh alat pendengaran manusia ini dapat diolah melalui peralatan elektronik yang dikenal dengan audio amplifier.
Peralatan audio merupakan peralatan elektronik analog yang sampai saat ini masih digunakan. Sejak ditemukannya komponen elektronka penguat tabung hampa dan kemudian ditemukannya transistor dengan bahan semikonduktor yang berfungsi sebagai penguat sinyal listrik analog dan mampu melakukan penguatan hingga ribuan kali penguatan, hingga sekarang ditemukan peralatan elektronik terintegrasi (IC) yang dapat melakukan penguatan seperti tabung hampa dengan berbagai kelebihan dan kekurangan.
Peralatan audio amplifier banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti alat pemutar compact disk (CD) dang penguat suara, pengeras suara di Masjid, sistem tata suara panggung/band yang dikenal dengan sound system, bahkan sistem audio broadcasting audio di studio radio dan televisi. Peralatan audio dapat dikategorikan menjadi beberapa bagian antara lain:
a. Peralatan reproduksi audio yang berfungsi untuk menghasilkan sumber signal
suara seperti CD Player, Tape Player, Radio penerima, microphone,synthesizer,
audio simulator dan lain-lain.
b. Peralatan pre-amplifier berfungsi sebagai penguat awal yang akan memperkuatkan
signal audio yang dihasilkan oleh peralatan reproduksi sehingga level signal
menjadi besaran tertentu.
c. Peralatan Filter berfungsi sebagai pengatur nada yang akan bekerja melewatkan
atau memotong frekuensi tertentu dengan konsep Low Band Filter atau High
Band Filter.
d. Peralatan penguat daya berfungsi sebagai penguat signal besar yang akan
menggerakkan pengeras suara (loudspeaker) dan merubah besaran listrik
menjadi besaran akustik yang dapat didengar oleh telinga. Kekuatan signal
akustik yang akan didengar oleh telinga manusia tergantung dari besaran
diameter loudspeaker dan kekuatan daya dari sistem penguat daya.
Secara umum dan sederhana blok diagram audio dapat dilihat pada gambar
berikut ini
Didalam jobsheet pertama
ini kita akan coba mempraktekan bagaimana penguat awal bekerja. Penguat awal
atau biasa disebut dengan pre-amplifier (pre-Amp) merupakan bagian dari sistem
audio akan memperkuat signal yang dihasilkan dari peralatan reproduksi audio.
Signal yang dihasilkan oleh peralatan reproduksi yang masih lemah akan diperkuatkan ke dalam besaran tertentu sehingga didalam perjalanan signal ke bagian
berikutnya tidak terjadi banyak penurunan dan gangguan signal (nois). Penguatan
awal yang biasa dan banyak digunakan adalah penguat awal yang menggunakan IC
operasional amplifier (OpAmp) dikarenakan sistem ini lebih gampang didalam
prakitan dan rendah terhadap gangguan signal (nois).
Penguatan Operasional (OpAmp) adalah
suatu blok penguat yang mempunyai dua masukan dan satu keluaran. OpAmp biasa
terdapat di pasaran berupa rangkaian terpadu (integrated circuit). Dalam bentuk paket praktis IC seperti 741
seperti gambar 2.

Gambar 2. Rangkaian dasar penguat operasional
Gambar 2. Rangkaian dasar penguat operasional
IC
741 memiliki masukan tak membalik V+ (non-inverting), masukan membalik V- (inverting) dan keluaran Vo. Jika isyarat masukan dihubungkan dengan
masukan membalik (V-), maka pada daerah frekuensi tengah isyarat keluaran akan
“berlawanan fase” (berlawanan tanda dengan isyarat masukan). Sebaliknya jika
isyarat masukan dihubungkan dengan masukan tak membalik V+, maka isyarat
keluaran akan “sefase”. Sebuah OpAmp biasanya memerlukan catu daya 15V. Dalam menggambarkan rangkaina hubungan
catu daya ini biasanya dihilangkan. Data keadaan ideal OpAmp dan kinerja IC 741
seperti terlihat pada tabel berikut:
Parameter
|
Data
|
Harga Ideal
|
Tegangan offset masukan, Vio
|
2 mV
|
0
|
Arus offset masukan, Iio
|
20nA
|
0
|
Arus panjar masukan, IB
|
80 nA
|
0
|
Nisbah penolakan modus bersama (CMRR), ρ
|
90 dB
|
ω
|
Pergeseran dari Iio
|
1 nA/ ̊ C
|
0
|
Pergeseran dari Vio
|
25 µA/ ̊ C
|
0
|
Frekuensi penguatan tunggal (unity gain frequency)
|
1MHz
|
∞
|
Bandwidth daya penuh
|
10 KHz
|
∞
|
Penguatan diferensial lingkaran terbuka , A
|
105 dB
|
∞
|
Hambatan keeluaran lingkaran terbuka, Ro
|
75 Ω
|
0
|
Hambatan keluaran lingkaran tertutup, Ri
|
2 M
|
∞
|
Gambar 3. Penguat OpAmp
Pada gambar 3 disajikan OpAmp yang terangkai sebagai inverting. Sinyal input diumpamakan ke input inverting (-) OpAmp melalui R1, yang disebut elemen input. Tahanan R2 adalah elemen umpan balik.Dalam penguat inverting, tegangan output diberikan persamaan:
Vo = -(R2/R1) . V1
Penguatan dari rangkaian diatas adalah:
Acl = Vo/Vi
D. Langkah Kerja
1. susun rangkaian pembalik OpAmp DC seperti terlihat pada gambar 4. Gunakan
sumber DC variabel sebagai catu daya untu IC A741.

Gambar 4. Gambar percobaan penguatan sinyal dengan OpAmp
1. susun rangkaian pembalik OpAmp DC seperti terlihat pada gambar 4. Gunakan
sumber DC variabel sebagai catu daya untu IC A741.
Gambar 4. Gambar percobaan penguatan sinyal dengan OpAmp
2. berikan catu tegangan untuk rangkaian percobaan dengan catu tegangan 9 volt
DC.
3. hidupkan IC dengan menghubungkannya dengan catu daya. Atur Potensio 100K
pada posisi tengah. Ukur Tegangan keluaran (dengan multimeter) pada kaki Vo
dan menunjukan nilai sebesar 4,5 V (dalam keadaan Vi terbuka).
4. bagaimana polaritas keluaran dibandingkan dengan isyarat masukan?
5. pasang AFG pada input dengan isyarat input 400 Hz. Atur keluaran sumber AC
tersebut pada harga yang terendah (mendekati 0).
6. hubungkan osciloskop ke kaki-kaki Vo (gunakan C2 1µF secara seridengan Vo).
7. nyalakan pencatu daya AFG dan osciloskop. Secara hati-hati atur besarannya
isyarat masukan sinusoida sampai mencapai harga maksimum dimana isyarat
keluaran tidak mengalami kecacatan (distorsi). Catat besarnya tegangan puncak
ke puncak keluaran yang terbaca di osciloskop adalah sebesar 4,3 V.
8. Hitung besarnya penguatan dari penguat dengan menggunakan rumus yang ada,
dan tentukan penguatan dalam satuan desible (dB).
9. Aturlah 3 keadaan sinyal input:
a.sinyal input maksimum hingga tidak tejadi distorsi pada output (tampilan
osciloscop),
b.sinyal minimum,dan
c.sinyal tengah-tengah
masukan ke tabel pengamatan.
10.kemudian aturlah
Potensio R4 pada posisi seperti
tabel pengamatan berikut:

E. Analisa
1.
perbandingan input dengan sinyal outputdengan, Vi = 100 mV
2.
perhitungan secara teori
Penguatan tegangan :
10 mV x 1,8 = 18 mV
Penguatan tegangan :
10 mV x 1,8 = 18 mV
Penguatan dalam satuan dB (desibel):
Av
= 10 log Vo/Vi
Av = 10 log 4.3 V/18 mV
Av = 10 log 4300 mV/18 mV
Av = 10 log 4.3 V/18 mV
Av = 10 log 4300 mV/18 mV
Av
= 10 log 239
Av = 10 x 2,4
Av = 24 dB
Av = 10 x 2,4
Av = 24 dB
3.
analisa dengan menggunakan software (EWB).
Nilai Vo pada langkah kerja ke-3
Menentukan bentuk gelombang input dan
output pada spesifikasi yang telah
ditentukan.
ditentukan.
F. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum dan analisa yang telah dilakukan mengenai OpAmp tentang Penguat Signal Lemah, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa:
1. Penguat awal atau pre-Amplifier dari sebuah sistem audio akan digunakan untuk
memperkuat signal yang dihasilkan dari peralatan reproduksi audio.
2. Jika isyarat masukan dihubungkan dengan masukan inverting, maka pada daerah
frekuensi tengah isyarat keluaran yang dihasilkan akan ”berlawanan fase” atau
“tak sefase”.
3. Dan jika isyarat masukan dihubungkan dengan masukan non-inverting, maka pada
daerah frekuensi tengah isyarat keluaran yang dihasilkan akan ”sefase”.
Berdasarkan hasil praktikum dan analisa yang telah dilakukan mengenai OpAmp tentang Penguat Signal Lemah, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa:
1. Penguat awal atau pre-Amplifier dari sebuah sistem audio akan digunakan untuk
memperkuat signal yang dihasilkan dari peralatan reproduksi audio.
2. Jika isyarat masukan dihubungkan dengan masukan inverting, maka pada daerah
frekuensi tengah isyarat keluaran yang dihasilkan akan ”berlawanan fase” atau
“tak sefase”.
3. Dan jika isyarat masukan dihubungkan dengan masukan non-inverting, maka pada
daerah frekuensi tengah isyarat keluaran yang dihasilkan akan ”sefase”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar