Kamis, 27 Februari 2014

Laporan 2 - LPF



Fakultas Teknik UNP Padang
Nama : Taufiq Muhammad Nur
Jurusan : Teknik Elektronika
NIM   : 1201912
Prodi     : Pendidikan Teknik elektronika
Grup  : 2E2


A.    Tujuan
Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menyususn rangkaian OpAmp sebagai rangkaian filter.
2. Mempelajari hubungan amplitudo dan fase isyarat masukan dan isyarat keluaran
    sebagai fungsi frekuensi.
3. Melihat respon frekuensi rangkaian terhadap frekuensi tinggi dan rendah.

B.     Alat dan Bahan
1.  Power Supply
2.  AFG
3.  Osciloskop
4.  Multimeter
5.  Kabel-kabel
6.  Breadboard
7.  IC LM741
8.  C  1nF
9.  R12K
10.R20K
11.R6K8

C.    Teori Singkat
            Sebuah tapis / filter merupakan sebuah jaringan rangkaian yang didesain agar dapat melewatkan isyarat pada daerah frekuensi tertentu. Daerah frekuensi dimana isyarat dapat diloloskan disebut pita lolos (pass band filter) dan aderah frekuensi dimana isyarat ditolak disebut pita henti (stop band filter). Filter dengan pita lolos pada frekuensi rendah disebut filter lolos rendah (low pass band filter = LPF), sedangkan untuk pita lolos pada frekuensi tinggi disebut filter lolos tinggi (high pass filter = HPF). Kita dapat juga mendesaian filter dengan pita henti pada frekuensi rendah dan pada frekuensi tinggi. Pada bagian ini kita akan mempelajari filter lolos rendah dan tinggi dengan menggunakan OpAmp dan akan melihat respon frekuensi audio terhadap filter.

D.    Langkah Kerja
1. susun rangkaian OpAmp filter lolos rendah (LPF) seperti terlihat pada gambar 1,
    dan filter lolos tinggi (HPF) seperti  gambar 2. Pencatu daya LM741 dibuat dengan
    memasang dua batrai atau dumber DC variabel (tegangan CT 9 volt).
2. Rangkaian filter lolos rendah pada gambar 1 akan menghasilkan frekuensi 3 dB
    mengikuti F
3dB =  ½ (3.14) RC. Dengan menggunakan harga C  0.01µF dan harga R =
    20KΩ, kita dapat memprediksi frekuensi 3dB rangkaian tersebut sebesar
   
F3dB = .. Hz.
3. Besarnya penguatan filter ini ditentukan oleh pemasangan resistor R
1 dan R2
    dimana
Av= Vo/Vi = 1 + R2 / R1. Dengan memasang R1 = 12 KΩ dan R2= 6,8
    KΩ, kita dapat penguatan sebesar Av = ....
4. Dengan menggunakan AFG, atur frekuensi isyarat sinusoida masukan Vi = 100 Hz
    dengan amplitudo 200 mVp-p. Hubungakan isyarat masukan ke CH1 osciloskop
    dan isyarat keluaran ke CH2. Pembcaan pada osciloskop adalah Vi = ... Vp-p, Av =
    ..., Vo = ...Vpp, Beda fase antara isyarat masukan dan keluaran ϕ =... ̊ .Tampilkan
    isyarat masukan dan keluaran yang ada di osciloskop adalah (buat satu gelombang
    saja).

Gambar 1. Rangkaian filter frekuensi rendah (LPF)
  
Gambar Kerja dan Alat praktek LPF
                                                                                                             
Beda fase antara isyarat masukan dan keluaran ϕ =... ̊ .Tampilkan isyarat masukan dan keluaran yang ada di osciloskop adalah (buat satu gelombang saja).



       
5. Ulangi langkah 4 (tanpa menggambar sketsa) untuk beberapa frekuensi lain dan
    lengkapi tabel berikut.

No.
Frekuensi masukan (Hz)
Vi (Vp-p)
Vo (Vp-p)
Vo / Vi
Φ ( ... ̊  )
1.
20
1.8
2.5
1.39
37.5
2.
50
2
1.8
0.9
45
3.
100
2
1.1
0.55
90 
4.
300
2
0.5
0.25
135 
5.
500
1.9
0.2
0.1
145 
6.
700
1.9
-
-
-
7.
800
1.9
-
-
-
8.
1000
1.9
-
-
-
9.
1200
1.9
-
-
-
10.
2000
1.9
-
-
-
11.
3000
1.9
-
-
-


A.    Analisa

F3db =1/2.(22/7)RC
       = ½.(3,14).22000 ohm.0,1.10-3 Farat
         =34,54 Hz
Dari hasil perhitungan didapatkan nilai F3db sebesar 34,54 Hz
AV = VO/ V1 = 1 + R2/R1
       = 1 + 6,8 k ohm/12 k ohm
       = 1,567
        Dari hasil perhitungan didapatkan nilai AV sebesar 1,567

#Praktek




#Software


Gambar Analisa Rangkaian LPF dengan menggunakan software



B.     Kesimpulan
            Berdasarkan hasil praktikum dan analisa yang telah dilakukan mengenai OpAmp tentang Low Pass Filter, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa:
1.pada saat frekuensi sinyal input lebih rendah dari frekuensi cut-off (fc) dg fin  <<
   
fc,maka penguatan tengangan / gain (G) = 1 atau G= 0 dB.
2.pada saat  frekuensi sinyal input lebih tinggi dari frekuensi cut-off (fc) dengan fin
  
>> fc, maka besarnya penguatan tegangan (G) = 1/ωRC atau G= -20 log ωRC.
3.melewatkan sinyal dengan frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cut-off (fc).
4.melemahkan sinyal dengan frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi cut-off (fc).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar