Fakultas Teknik UNP Padang
|
Nama : Taufiq Muhammad Nur
|
Jurusan: Teknik Elektronika
|
NIM : 1201912
|
Prodi : Pendidikan Teknik
elektronika
|
Grup : 2E2
|
A.
Tujuan
Setelah mengikuti praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Mengetahui blok rangkaian dan fungsi dari bagian penerima radio FM.
2. Mengetahui karakteristik kerja rangkaian penerima FM.
3. Melihat besaran dan bentuk sinyal dari masing-masing begian pada penerima
FM.
Setelah mengikuti praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Mengetahui blok rangkaian dan fungsi dari bagian penerima radio FM.
2. Mengetahui karakteristik kerja rangkaian penerima FM.
3. Melihat besaran dan bentuk sinyal dari masing-masing begian pada penerima
FM.
B.
Alat dan Bahan
1. Trainer penerima FM
2. Oscilloskop
3. AFG
4. Multimeter
1. Trainer penerima FM
2. Oscilloskop
3. AFG
4. Multimeter
5. Toolset
6. Kabel listrik
7. Loudspeaker
6. Kabel listrik
7. Loudspeaker
C.
Teori Singkat
Radio komunikasi FM merupakan radio broadcast yang banyak digunakan. Dibandingkan dengan jenis radio komunikasi yang lainnya dikarenakan suara yang dihasilkan jauh lebih bersih dibandingkan yang lainnya dan gangguan dari noise terhadap sinyal informasi yang dihasilkan jauh lebih rendah dibandingkan radio siaran lain. Radio komunikasi FM bekerja pada spektrum frekuensi VHF 88-108 MHz dengan jenis modulasi frekuensi (FM). Pada sistem komunikasi broadcast FM selainsuara yang dihasilkan lebih bersih juga menggunakan sistem stereo yang akan menghasilkan suara lebih bagus dibandingkan dengan sistem mono sesuai dengan format sistem audio yang banyak dikembangkan yaitu format audio stereo.
Radio komunikasi FM merupakan radio broadcast yang banyak digunakan. Dibandingkan dengan jenis radio komunikasi yang lainnya dikarenakan suara yang dihasilkan jauh lebih bersih dibandingkan yang lainnya dan gangguan dari noise terhadap sinyal informasi yang dihasilkan jauh lebih rendah dibandingkan radio siaran lain. Radio komunikasi FM bekerja pada spektrum frekuensi VHF 88-108 MHz dengan jenis modulasi frekuensi (FM). Pada sistem komunikasi broadcast FM selainsuara yang dihasilkan lebih bersih juga menggunakan sistem stereo yang akan menghasilkan suara lebih bagus dibandingkan dengan sistem mono sesuai dengan format sistem audio yang banyak dikembangkan yaitu format audio stereo.
Bagian antena
(aerial) berfungsi menerima sinyal gelombang elektromagnetik di udara yang
berasal dari stasiun pemancar dan merubahnya menjadi gelombang listrik dan
diteruskan kebagian penala.
Bagian RF, Mixer, dan oscilloskop berfungsi sebagai bagian penala
(tunning) yang berfungsi memilih siaran yang diinginkan dan akan menghasilkan
frekuensi IF sebesar 10.7 MHz. Bagian ini disebut juga dengan frekuensi
converter, karena bagian ini merubah besaran frekuensi yang diterima oleh
antena yang berkisaran antara frekeunsi 88-108 MHz menjadi frekuensi antara IF
sebesar 10.7 MHz.
Penguat IF memperkuat frekuensi antara 10.7 MHz yang berasal dari bagian
penala dan besarannya disesuaikan dengan bagian berikutnya dari blok diagram.
FM demodulator atau yang dikenal juga dengan de-empasisberfungsi
memisahkan sinyal carier dengan sinyal suara. Pada bagian ini sinyal yang
dihasilkan sudah murni sinyal audio, bukan sinyal yang masih termodulasi yaitu
sinyal yang masih tercampur antara audio dan sinyal carrier.
AF voltage Amplifier dan AF Power Amplifier merupakan bagian penguat suara
yang akan memperkuat sinyal suara dan menggerakan loudspeaker sehingga
menghasilkan getaran suara yang dapat didengarkan oleh telinga manusia dan pada
sistem stereo bagian ini terdiri dari dua buah penguat yang akan
menggerakkan dua buah loudspeaker.
D.
Langkah Kerja
1. Lengkapilah peralatan dan bahan praktikum yang akan digunakan, periksa
terlebih dahulu peralatan dan pastikan peralatan bekerja dalam keadaan baik
dan bekerja.
2. Rakit dan instalasilah trainer penerima FM dengan benar.
1. Lengkapilah peralatan dan bahan praktikum yang akan digunakan, periksa
terlebih dahulu peralatan dan pastikan peralatan bekerja dalam keadaan baik
dan bekerja.
2. Rakit dan instalasilah trainer penerima FM dengan benar.
3. Carilah salah satu siaran yang paling bersih.
4. Lakukan pengukuran pada keluaran dari bagian tuner yang akan menghasilkan
sinyal IF sebesar 10.7 kHz dan gambarkan bentuk sinyal dan catat tabel
berikut ini.
5.
lakukan pengukuran pada bagian keluaran IF Amplifier, bandingkan sinyal
keluaran dan sinyal yang masuk pada bagian ini. Apa yang diperkuatkan dan
berapa penguatan pada bagian ini.
6. Pada bagian FM demodulator terjadi pemisahan antara sinyal carier dengan
sinyal informasi lakukan pengamatan dan gambarkan bentuk dari keluaran
rangkaian ini?
keluaran dan sinyal yang masuk pada bagian ini. Apa yang diperkuatkan dan
berapa penguatan pada bagian ini.
6. Pada bagian FM demodulator terjadi pemisahan antara sinyal carier dengan
sinyal informasi lakukan pengamatan dan gambarkan bentuk dari keluaran
rangkaian ini?
7.
pada bagian terakhir lakukan pengukuran pada bagian audio, berapa kali
penguatan yang dilakukan pada bagian ini? Dan gambarkan bentuk sinyal
outputnya?.
penguatan yang dilakukan pada bagian ini? Dan gambarkan bentuk sinyal
outputnya?.
E.
Gambar Kerja
F.
Analisa
Gambar bentuk sinyal keluaran dari bagian tunner
Gambar bentuk sinyal IF input
Gambar bentuk
sinyal IF output
G. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum dan analisa yang telah dilakukan mengenai blok penerima FM, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa:
1. Radio komunikasi FM menghasilkan suara yang lebih jernih dibandingkan
dengan radio komunikasi lainnya.
2. Radio komunikasi FM bekerja pada spektrum frekuensi VHF (very high
frequency), yaitu antara 88-108 MHz.
3. Radio komunikasi FM menggunakan sistem stereo.
Berdasarkan hasil praktikum dan analisa yang telah dilakukan mengenai blok penerima FM, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa:
1. Radio komunikasi FM menghasilkan suara yang lebih jernih dibandingkan
dengan radio komunikasi lainnya.
2. Radio komunikasi FM bekerja pada spektrum frekuensi VHF (very high
frequency), yaitu antara 88-108 MHz.
3. Radio komunikasi FM menggunakan sistem stereo.







