Minggu, 30 Maret 2014

Laporan 4



Fakultas Teknik UNP Padang
Nama : Taufiq Muhammad Nur
Jurusan: Teknik Elektronika
NIM   : 1201912
Prodi    : Pendidikan Teknik elektronika
Grup  : 2E2



           A.   Tujuan
           Setelah praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu:
     
      1. Merakit rangkaian Tone Control (Pengatur Nada) dan Power Aplifier.
     
      2. Mengetahui fungsi rangkaian Tone Control pada sistem audio
            3. Mengetahui karakteristik kerja rangkaian Tone Control pada sistem audio
            4. Melihat respon frekuensi dan penguatan yang dapat dilakukan oleh rangkaian Tone
   
            Control.

            B.    Alat dan Bahan
            1. Osiloskop Dual Beam
            2. Multimeter
            3. AFG
            4. Kit Power Amplifier + Tone Control
            5. Loudspeaker
            6. Kabel listrik
            7. Audio Player

            C.   TEORI PENDUKUNG
Rangkaian penguat audio yang baik yaitu rangkaian yang mampu memperkuatkan sinyal pada range frekuensi audio yaitu frekuensi 20 Hz sampai 20 KHz dan pada saat melakukan penguatan tanpa terjadinya cacat dengan nois yang sekecil mungkin. Range frekuensi ini juga tergantung dari kemampuan dari loudspeaker. Jika loudspeaker bekerja pada frekuensi Full Range (20 Hz – 20 Khz) ini sangat baik sekali, karena akan di dapat nada yang dinamis pada frekuensi full range. Tapi jika hanya frekuensi tertentu saja yang mampu di reproduksi oleh loudspeaker, maka penggunaan tone control memungkinkan untuk membatasi frekuensi tertentu.

 Tone control merupakan rangkaian pengatur nada yang terdiri dari rangkaian filter, yaitu Low Pass Filter (LPF) dan Figh Pass Filter (HPF) maupun Band Pass Filter. Sebelum sinyal dikuatkan oleh rangkaian Power Aplifier, rangkaian tone control bekerja dengan mengatur nada yang akan dilewatkan pada rangkaian power amplifier, sehingga akan di dapatkan nada sesuai dengan respon frekuensi pada loudspeaker dan akan di dapatkan hasil (suara) pada loudspeaker yang sesuai dengan keinginan pengguna. 

=GAMBAR=

      D.  Langkah Kerja
      1. Lengkapilah peralatan dan bahan praktikum yang akan digunakan, periksa
                 terlebih dahulu peralatan dan pastikan komponen dalam keadaan baik dan          bekerja.
      2. Rakitlah rangkaian Power Amplifier dan Tone Control, sesuaikan dengan          skema rangkaian seperti pada gambar di bawah, kemudian berikan tegangan
                 dan hidupkan rangkaian sehingga output power amplifier menghasilkan bunyi
                 saat input disentuh dengan tangan.

=GAMBAR=


      3. Atur pengaturan nada volume, bass, dan trable pada posisi tengah 
      4. Hubungkan AFG pada bagian input rangkaian amplifier serta hubungkan ke
          chanel 1 osiloskop dan output pada chanel 2 osiloskop.
      5. Atur input AFG pada posisi 1 KHz dengan amplitude sebesar 50mVp-p, berapa
          tengangan output yang dihasilkan Vo = 1,8 x 500mV = 900 mV= 0.9Vp-p. Dan
          tentukan juga beda fase=… .
      6. Atur volume hingga menghasilkan sinyal output yang dapat terbaca dan tidak
          cacat 3.4 Vp-p, berapa besar penguatan dari rangkaian yang anda gunakan Av=
          20 log Vo/Vi = 20 log 3400mV/50mV = 20 log 68 = 36 db.

      Bentuk signal:

=GAMBAR=


      7. Ulangi langkah 6, aturlah posisi tone control dan ukur tegangan output (Volume
          dan Amplitudo AFG tidak dirubah). Isilah tabel pengamatan berikut ini:

      a)      Kondisi potensio tone control ,bass = minimum, high/terible = minimum

Frekuensi Input
(Vo=100mVp-p)
Besar Tegangan pada Output
Keterangan
100 Hz
250 mV

250 Hz
850 mV

500 Hz
1.5 V

750 Hz
1.8 V

1000 Hz
2 V

1500 Hz
1.9 V

2000 Hz
1.8 V

5000 Hz
1 V

10000 Hz
450 mV

15000 Hz
244 mV

20000 Hz
160 mV



      b)      Kondisi potensio tone control ,bass = minimum, high/terible = tengah

Frekuensi Input
(Vo=100mVp-p)
Besar Tegangan pada Output
Keterangan
100 Hz
240 mV

250 Hz
820 mV

500 Hz
1.7 V

750 Hz
2.4 V

1000 Hz
3 V

1500 Hz
3.5 V

2000 Hz
3.8 V

5000 Hz
4 V

10000 Hz
3.4 V

15000 Hz
2.8 V

20000 Hz
2.3 V



      c)      Kondisi potensio tone control ,bass = tengah, high/terible = minimum

Frekuensi Input
(Vo=100mVp-p)
Besar Tegangan pada Output
Keterangan
100 Hz
1.9 V

250 Hz
2.2 V

500 Hz
2.4 V

750 Hz
2.5 V

1000 Hz
2.5 V

1500 Hz
2.3 V

2000 Hz
2 V

5000 Hz
1 V

10000 Hz
440 mV

15000 Hz
260 mV

20000 Hz
160 mV



      d)     Kondisi potensio tone control ,bass = tengah, high/terible = tengah

Frekuensi Input
(Vo=100mVp-p)
Besar Tegangan pada Output
Keterangan
100 Hz
1.8 V

250 Hz
2 V

500 Hz
2.3 V

750 Hz
2.8 V

1000 Hz
3.2 V

1500 Hz
3.5 V

2000 Hz
3.6 V

5000 Hz
3.6 V

10000 Hz
3 V

15000 Hz
2.6 V

20000 Hz
2.1 V



      e)      Kondisi potensio tone control ,bass = minimum, high/terible = maksimum

Frekuensi Input
(Vo=100mVp-p)
Besar Tegangan pada Output
Keterangan
100 Hz
280 mV

250 Hz
920 Mv

500 Hz
2 V

750 Hz
3.2 V

1000 Hz
4.3 V

1500 Hz
6.2 V

2000 Hz
8.2 V

5000 Hz
11.2 V

10000 Hz
11.6 V

15000 Hz
11.4 V

20000 Hz
10 V



      f)       Kondisi potensio tone control ,bass = maksimum, high/terible = minimum

Frekuensi Input
(Vo=100mVp-p)
Besar Tegangan pada Output
Keterangan
100 Hz
5.4 V

250 Hz
7 V

500 Hz
4.7 V

750 Hz
4.4 V

1000 Hz
3.7 V

1500 Hz
2.8 V

2000 Hz
2.4 V

5000 Hz
1 V

10000 Hz
444 mV

15000 Hz
256 mV

20000 Hz
600 Mv



      g)      Kondisi potensio tone control ,bass = tengah, high/terible = maksimum

Frekuensi Input
(Vo=100mVp-p)
Besar Tegangan pada Output
Keterangan
100 Hz
2 V

250 Hz
2 V

500 Hz
2.2 V

750 Hz
3 V

1000 Hz
4 V

1500 Hz
5.8 V

2000 Hz
7.4 V

5000 Hz
11.4 V
Bentuk sinyal Cacat
10000 Hz
11.6 V
Bentuk sinyal Cacat
15000 Hz
11.2 V
Bentuk sinyal Cacat
20000 Hz
10 V



      h)      Kondisi potensio tone control ,bass = maksimum, high/terible = tengah

Frekuensi Input
(Vo=100mVp-p)
Besar Tegangan pada Output
Keterangan
100 Hz
960 mV

250 Hz
2.5 V

500 Hz
2.1 V

750 Hz
2.2 V

1000 Hz
3.6 V

1500 Hz
4 V

2000 Hz
4 V

5000 Hz
4 V

10000 Hz
3.5 V

15000 Hz
2.8 V

20000 Hz
2.4 V



      i)        Kondisi potensio tone control ,bass = maksimum, high/terible = max

Frekuensi Input
(Vo=100mVp-p)
Besar Tegangan pada Output
Keterangan
100 Hz
5 V

250 Hz
6.5 V

500 Hz
5 V

750 Hz
3.5 V

1000 Hz
3 V

1500 Hz
4.3 V

2000 Hz
5.9 V

5000 Hz
11.2 V
Bentuk sinyal cacat
10000 Hz
11.2 V
Bentuk sinyal cacat
15000 Hz
11.1 V
Bentuk sinyal cacat
20000 Hz
10 V




      E. Kesimpulan 
                  Berdasarkan hasil praktikum dan analisa yang telah dilakukan mengenai power
           amplifier (penguat daya suara), maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa:
      1. Rangkaian tone kontrol ini adalah rangkaian gabungan atau kombinasi dari
               rangkaian filter-filter yang lainnya seperti LPF(low pass filter),HPF (High pass
               filter), BPS (band pass filter )
      2. Pada pratikum ini ,dapat dilihat bahwa sinyal keluarannya tidak selalu baik atau 
               cacat, jadi dapat disimpulkan bahwa rangkaian ini kurang baik,karena seperti
               yang kita ketahui bahwa,rangkaian penguat audio yang baik itu,harus mampu
               mengurangi cacat atau nois sekecil mungkin.
      3. Cara kerja dari rangkaian ini adalah.Pada saat frekuensi nada bass meningkat,
               maka akan memberikan efek pada resistor samapai kapasitor sehingga tidak lagi
               memberikan efek atau pengaruhnya  pada rangkaian. Sehingga frekuensi di atas
               tidak di pengaruhi oleh posisi potensiometer pada bass Untuk nada treble, pada
               akhir frekuensi tinggi audio kapasitor bertindak seakan short sirkuit. maka
               penguatan akan diatur oleh potensiometer treble.